Minggu, 21 September 2014

Menggugat Sejarah Indramayu (4)



Menggugat Sejarah Indramayu (4)

Seperti diketahui bersama bahwa setiap tanggal 7 Oktober maka masyarakat Kabupaten Indramayu memperingati hari bersejarah, Hari Jadi Indramayu.

Tahun ini, beberaapa minggu lagi, 7 Oktober 2014 diperingat sebagai hari Jadi Indramayu yang ke-487. Tanggal kelahiran itu merupakan hasil konversi dari 1 Muharram 934 H.

Pertanyaan berikutnya yang muncul adalah :
Apakah 1 Muharram 934 H yang disebut sebagai hari proklamasi Indramayu itu bertepatan dengan             7 Oktober 1527 M ?


 
Hampirsetahun yang lalu saya menggunakan instrumen dari sebuah web Kementrian Agama untuk mencoba mengkonversi dari Hijriyah ke Masehi.  
 
Ternyata ada selisih yang cukup mengganggu, 10 hari saja.  Jum’at Kliwon tanggal 1 Muharram 934 H tidak bertepatan dengan 7 Oktober 1527 tetapi tanggal 27 September 1527.

Sungguh luar biasa hasil kerja keras “para ahli” yang menghitung mundur secara manual periode ratusan tahun, ternyata hanya selisih 10 hari.  Kerja keras yang patut diapresiasi.

Menggugat Sejarah Indramayu (3)




Setelah dua tulisan terdahulu yang menyajikan publikasi umum tentang Sejarah Indramayu, maka sudah saatnya saya kemukakan alasan mengapa Sejarah Indramayu itu harus digugat.

Kapankah Raden Aria Wiralodra meninggalkan Bagelen menuju tanah idaman ?

Jum’at Kliwon tanggal 1 Muharram 934 H yang bertepatan dengan 7 Oktober 1527 M ?



Dengan berat hati saya harus menyampaikan jawabannya.  Sebuah amanat yang intinya berbeda dari pengetahuan masyarakat umum selama ini.

Kegetiran yang telah belasan tahun dipendam dan tersembunyikan.

Menggugat Sejarah Indramayu (2)



Pada Hari Jadi Indramayu ke-486 setahun yang lalu, masyarakat Indramayu diberi suguhan yang sangat menarik. 



Gambar seorang ksatria yang di bawahnya tertulis nama “Wiralodra” terpampang di beberapa stand pameran. 
Bahkan sebagai ikutannya, di toko buku pun gambar Sang Legenda dijual bebas.
Benarkah pria perkasa itu Wiralodra?

Ya....
Tetapi sama sekali bukan Raden Aria Wiralodra pendiri pemerintahan di pedukuhan Cimanuk ! 
Namun, hasil karya seniman dan tokoh spiritual itu tetap patut kita hargai.....

Menggugat Sejarah Indramayu (1)





Sudah menjadi rahasia umum bahwa seperti inilah Sejarah Indramayu yang kita dengar.
Tetapi sama sekali bukan dongeng, tetapi merupakan hasil pengkajian “para ahli”.



Kata terakhir saya beri tanda kutip, sebab inilah cikal bakal timbuilnya berbagai pertanyaan.

Renungan Menjelang Hari Jadi Indramayu ke 487



Hampir satu tahun waktu telah berlalu.
Hanya do’a yang menghubungkan kami.
Tapi entah mengapa....
Menjelang Hari Jadi Indramayu diperingati, hal ini harus terjadi.
Mesti disampaikan kembali.
Sejarah Indramayu yang sejatinya.
Menurut versi orang yang sering dikatakan sebagai Pendiri tanah subur loh jinawi ini.
Raden Aria Wiralodra.

Lelaki bujang yang menembus wana di masa lalu, menuju sisi Sungai Cimanuk.
Membentuk pemerintahan.
Pulang kembali ke Bagelen.
Dalam duka nestapa, merana karena cinta.
Hingga wafat dalam pangkuan kakanda, Nyi Bagelen.




Lama sudah pusara beliau merana.
Berbeda dengan makam lain di astana kerajaan umumnya.
Sama sekali tak terawat.
Hamparan bata merah berlumut menjadi ciri.
Hanya pohon Nagasari menjadi saksi.
Sisik naga dan angrek liar menemani.
Tanpa sanak, kerabat, saudara mengenali.
Juga orang-orang yang selama ini selalu bangga menamakan diri sebagai anak-cucunya.

Setahun lalu saya menyampaikannya lewat

Agar jangan terus terlarut dalam kesalahan.
Salah satunya menganggap kuburan megah di Desa Sindang sebagai makam beliau.
Tidak, wilayah Nyi Endang Dharma itu sungguh sangat menyesakkan hati beliau.  Hingga untuk bertandang pun sama sekali tidak mau.
Salah yang lain menetapkan 1 Muharram 934 H sebagai hari pertama beliau meninggalkan Bagelen ke tanah tujuan.  Akibatnya berdampak kepada salah berikutnya dengan menetapkan tanggal tersebut sebagai 7 Oktober 1527 M.
Kesalahan berikutnya kalau ada wacana mekarnya wilayah sangat luas ini menjadi Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Indramayu Barat dengan batas wilayah yang tidak sesuai sejarah.  Dengan mengaburkan wilayah Pemerintahan Wiralodra dan babadan Nyi Endang Dharma.

Semoga tidak ada kesalahan ikutannya.....
Insya Allah juga kemajuan di masa yang akan datang.
Aamiin YRA.